Muhammadiyahno Twitter: "Akikah merupakan ibadah sunnah yang disyariatkan. Hukum Aqiqah Dalam Islam dan Dalilnya | Tunaikan Aqiqah jadi mudah dan praktis bersama Cahaya Iman Aqiqah Bekasi. Sejarah Akikah, Hukum dan Ketentuan Aqiqah, Syarat Hewan untuk Kekahan. Aqiqoh Nurul Hayat - Sembelih Kambing Dahulu, Tasyakuran Kemudian. HukumAqiqah Bagi Orang Yang Sudah Menikah, Aqiqah Bagi Orang Yang Tidak Mampu, Aqiqah Untuk Orang Tua Yang Sudah Meninggal, Aqiqah Untuk Orang Tua, Aqiqah Untuk Orang Tua Yang Masih Hidup, Aqiqah Untuk Bayi Kembar Dua Laki Laki, Aqiqah Anak Laki Laki Kambing Berapa, Aqiqah Anak Laki Laki Dalam Islam, Keutamaan Aqiqah Dalam Islam, Tuntunan Aqiqah Muhammadiyah, Tuntunan Aqiqah Konsultasi Madmenurut bahasa adalah memanjangkan atau sesuatu yang ditambah. Sedangkan menurut Istilah adalah memanjangkan suara huruf dari huruf-huruf mad. Adapun huruf-huruf mad yaitu: ุง ูˆ ูŠ 1) Alif mutlak jatuh setelah fathah, Contoh: ู„ูŽ ู‚ูŽุง 2) Wawu mati jatuh setelah dhommah, cash. Hukum Aqiqah Pengertian, Dasar Kesunnatan Dan Ketentuannya โ€“ Baiklah pada ini akan menyapaikan pembahasan mengenai Hukum Aqiqah. Pengertian Aqiqah dan dasar hukumnya akan kami jelaskan di bawah ini. Penjelasan mengenai hukum aqiqah pada artikel ini kami mengutip yakni menuqil dari Kifayatul-Akhyar. Kemudian untuk lebih rincinya mari kita ikuti penjelasannya di bawah ini. Mukadimah ุงู„ุณู‘ู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡ ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‡ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญููŠู’ู…ูุŒ ุงู„ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ู„ู‡ู ุฑูŽุจู‘ู ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู’ู†ูŽุŒ ุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ุงุฅูู„ู‡ูŽ ุฅูู„ุง ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุณูŽูŠู‘ูุฏูŽู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู‹ุง ุนูŽุจู’ุฏูู‡ู ุฑูŽุณููˆู’ู„ูู‡ูุŒ ุงู„ู„ู‘ู‡ูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูู…ู’ ูˆูŽุจูŽุงุฑููƒู’ ุนูŽู„ู‰ูŽ ุณูŽูŠู‘ูุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ูู‡ู ูˆูŽุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจูู‡ู ุฃูŽุฌู’ู…ูŽุนููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽ ุจูŽุนู’ุฏู Puji dan Syukur senantiasa kita panjatka ke hadhirat Allah Subhanahu wa Taโ€™ala. Shalawat serta Salam-Nya mudah-mudahan tetap terlimpah ruahkan ke haribaan Nabi Agung Muhammad Shollallahu alaihi wa sallam. Pembaca yang kami banggkan, Mohon maโ€™af sebelumnya, jika dalam penjelasan Hukum Aqiqah ini nanti terdapat khilaf. Antum boleh saja berbeda pandangan dengan kami, sesuai dengan apa yang sudah antum pelajari. Hukum Aqiqah Pada dasarnya Hukum Aqiqah itu adalah Sunnat Mustahabah. Dan telah dijelaskan dalam salahsatu kitab Fiqih. Demikian juga sebagaimana yang telah kami baca dalam beberapa keterangan yang kami tuliskan di bawah ini mengutip dari Kifayatul-Akhyar sebagai berikut. Abu Syujak berkata ููŽุตู’ู„ูŒ ูˆูŽุงู„ู’ุนูŽู‚ููŠู’ู‚ูŽุฉู ู…ูุณู’ุชูŽุญูŽุจู‘ูŽุฉูุŒ ูˆูŽู‡ููŠูŽ ุงู„ุฐู‘ูŽุจููŠู’ุญูŽุฉู ุนูŽู†ู ุงู„ู’ู…ูŽูˆู’ู„ููˆู’ุฏู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ุณู‘ูŽุงุจูุนูุŒ ูˆูŽูŠูุฐู’ุจูŽุญู ุนูŽู†ู ุงู„ู’ุบูู„ูŽุงู…ู ุดูŽุชูŽุงู†ูุŒ ูˆูŽุนูŽู†ู ุงู„ู’ุฌูŽุงุฑููŠูŽุฉู ุดูŽุงุฉูŒ Artinya Aqiqah adalah sunnat mustahab. Aqiqah ialah binatang yang disembelih karena anak yang baru lahir pada hari ketujuh. Disembelih dua ekor kambing karena anak laki-laki, dan seekor kambing karena anak perempuan. Pengertian Aqiqah menurut bahasa ialah nama rambut yang terdapat pada kepala anak yang baru dilahirkan. Dan Pengertian Aqiqah menurut syaraโ€™ adalah nama sesuatu yang disembelihkan pada hari ketujuh, yaitu hari mencukur kepalanya yang disebut aqiqah dengan menyebut sesuatu yang ada hubungannya dengan nama juga yang mengatakan lain dari yang tersebut itu. Dasar Sunatannya Aqiqah Mengenai Dasar kesunnatannya aqiqah adalah sebuah Hadits dari Aisyah rodhiyallahu anha. Dan Hadits dari Samurah serta lainnya, katanya ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽ ุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุงู„ู’ุบูู„ูŽุงู…ู ู…ูุฑู’ุชูŽู‡ูŽู†ูŒ ุจูุนูŽู‚ููŠู’ู‚ูŽุฉู ุชูุฐู’ุจูŽุญู ุนูŽู†ู’ู‡ู ูููŠู’ ุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุณู‘ูŽุงุจูุนูุŒ ูˆูŽูŠูุญู’ู„ูŽู‚ู ุฑูŽุฃู’ุณูู‡ูุŒ ูˆูŽูŠูุณูŽู…ู‘ูŽู‰ Artinya โ€œRasulullah bersabda Anak yang baru lahir menjadi rungguhan sampai disembelihkan baginya aqiqah pada hari yang ketujuh dari hari lahirnya, dan di hari itu juga hendaklah dicukur rambutnya dan diberi namaโ€. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan At-Tirmizi dan Al-Hakim menyebutnya Hadis Shahih. Ketentuan Binatang Buat Aqiqah Buat anak laki-laki itu seyogianya disembelihkan dua ekor kambing, dan buat anak perempuan cukup disembelih satu ekor kambing. Dijelaskan dalam sebuah Hadits Ummi Karaz radhiyallahu anha. bahwa Nabi shollallahu alaihi wa sallam bersabda ุนูŽู†ู ุงู„ู’ุบูู„ูŽุงู…ู ุดูŽุชูŽุงู†ูุŒ ูˆูŽุนูŽู†ู ุงู„ู’ุฌูŽุงุฑููŠูŽุฉู ุดูŽุงุฉูŒ Artinya โ€œDisembelih karena anak laki-laki dua ekor kambing, dan karena anak perempuan seekor kambing.โ€ Kemudiaan Hadis dari Aisyah radhiyallahu anha katanya ุฃูŽู…ูŽุฑูŽู†ูŽุง ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽ ุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ู†ูŽุนูู‚ูŽ ุนูŽู†ู ุงู„ู’ุบูู„ูŽุงู…ู ุจูุดูŽุชูŽูŠู’ู†ูุŒ ูˆูŽุนูŽู†ู ุงู„ู’ุฌูŽุงุฑููŠูŽุฉู ุจูุดูŽุงุฉู Artinya โ€œRasulullah shollallahu alaihi wa sallam menyuruh agar kita menyembelih aqiqah untuk anak laki-laki dua ekor kambing, dan untuk anak perempuan satu ekor kambingโ€. Diriwayatkan oleh At-Tirmizi, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban pula dalam Shahihnya, sedangkan At-Tirmizi menyebutnya Shahih. Menghitung hari buat aqiqah Dalam Hukum Aqiqah ini ada cara penghitungan hari yang semestinya. Dari hari kelahiran dihitung sampai tujuh hari, menurut qaul yang shahih. Ada yang mengatakan bukan sampai tujuh hari, dikutip dari ketentuan yang ditulis Imam Syafiโ€™i radhiyallahu anhu. Kata Imam Rafiโ€™i dan lainnya aqiqah tidak hilang sebab habisnya hari ketujuh. Batasa sunnatnya aqiqah Di dalam kitab Al-Udd dan kitab Al-Hawi oleh Al-Mawardi, bahwa aqiqah setelah hari ketujuh itu menjadi qadhak. Qaul yang dipilih hendaknya tidak melampaui hari-hari nifas si ibu. Apabila melewati nifas, maka diharapkan hendaknya tidak melewati hari-hari menyusui. Dan bila melewati hari-hari menyusuinya, maka diharapkan hendaknya tidak melewati usia tujuh tahun. Lalu kemudian apabila melewati umur tujuh tahun, hendaknya tidak melewati usia baligh. Aqiqah Yang Sudah Usia Baligh Hukum Aqiqah bagi yang sudah balig. Dan apabila sudah melebihi dari usia baligh, maka gugurlah hukum aqiqah itu dari orang lain, dan kini diberikan pilihan memptong aqiqah buat dirinya sendiri dalam masa tuanya. Hal ini Sebagaimana Imam Rafeโ€™i memberikan hujjah seperti berikut ูˆูŽุงุญู’ุชูŽุฌู‘ูŽ ู„ูŽู‡ู ุงู„ุฑู‘ูŽุงููุนููŠู‘ู ุจูุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉู ูˆูŽุงู„ุณู‘ูŽู„ูŽุงู…ู ุนูŽู‚ู‘ูŽ ุนูŽู†ู’ ู†ูŽูู’ุณูู‡ู ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุงู„ู†ู‘ูุจููˆู‘ูŽุฉู Artinya Dan Imam Rafiโ€™i mengemukakan alasan bahwa Nabi shollallahu alaihi wa sallam menyembelih aqiqah untuk dirinya sendiri sesudah diangkat menjadi Nabi. Demikian juga Yang lainnya sama mengemukakan alasan dengan seperti itu juga, dan menambahkan bahwa kejadian itu setelah diturunkan surat Al-Baqarah. Hadits ini dhoโ€™if dipandang dari semua sanadnya. Dan Imam Syafiโ€™i rahimahullah telah menentukan bahwa seseorang tidak boleh memotong aqiqah karena dirinya sendiri. Kata Imam Nawawi, aku telah melihat ketentuan nash itu dalam kitab Al-Buwaithi. Usia Kambing Untuk Aqiqah Dalam Hukum Aqiqah Untuk diketahui bahwa kambing di sini sama sebagaimana kambing dalam kurban. Mengenai umurnya kambing dan tidak ada celanya dengan mengkiaskan pada hewan kurban. Inilah qaul yang ashah. Dan ada juga yang mengatakan di sini sudah mencukupi untuk aqiqah biri-biri yang berumur kurang dari satu tahun dan kambing yang berumur kurang dari dua tahun, berbeda halnya dengan hewan buat kurban, karena kurban lebih kuat sunnatnya, sebab kurban berkaitan dengan Asbab yang sunnat dan perintah yang umum sifatnya. Dan dalam satu wajah boleh dimaafkan juga yang ada cacatnya. Oaul yang ashah, unta dan sapi adalah lebih utama daripada kambing. Ada yang mengatakan bahkan dua ekor kambing untuk anak laki-laki, dan seekor kambing untuk anak perempuan lebih utama karena sesuai dengan bunyi Hadits padadzohirnya hadits. Demikian ulasan tentang Hukum Aqiqah Pengertian, Dasar Kesunnatan Dan Ketentuannya. โ€“ Semoga bermanfaat bagi yang sependapat. Mohon Abaikan saja uraian hukum aqiqah yang kami sampaikan ini, jika pembaca tidak atas kunjungannya. Wallahu Aโ€™lamu bish-showab. Hukum aqiqah โ€“ Di dalam agama Islam salah satu cara untuk menyambut kehadiran bayi dalam suatu keluarga biasanya dilakukan dengan acara aqiqah. Aqiqah itu merupakan proses pemotongan kambing, yang kemudian daging kambing diolah menjadi makanan dan dibagikan kepada tetangga atau saudara. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas hukum aqiqah lebih lanjut. Simak ulasan lengkapnya, Grameds. Pengertian AqiqahDalil-Dalil Syari Tentang Hukum AqiqahWaktu yang Tepat untuk Hukum AqiqahSyarat Melakukan Aqiqah1. Jumlah Hewan Aqiqah2. Perhatikan Kondisi Hewan Aqiqah3. Membagikan Aqiqah dengan Daging Mentah4. Dapat Dibagikan Dalam Bentuk Olahan Masakan atau Daging Mentah5. Aqiqah Saat Anak Sudah DewasaProses Pelaksanaan TasyakuranPerhatikan Waktu yang DianjurkanMencukur Rambut AnakMemberikan Nama AnakMakan BersamaKategori Ilmu Berkaitan Agama IslamMateri Agama Islam Pengertian Aqiqah Sumber Pixabay Salah satu cara untuk menyambut bayi yang baru lahir yaitu dengan melaksanakan kegiatan aqiqah. Aqiqah, bentuk rasa syukur atas kelahiran Si Kecil agar mendapat berkah. Kelahiran Si Kecil tentu membawa kebahagiaan. Ada satu rangkaian dalam Islam dalam menyambut kelahiran, yakni aqiqah. Jauh hari sebelum hari lahir tiba, ada baiknya Anda mempersiapkan budget ketika Si Kecil lahir. Bukan hanya untuk biaya kelahiran dan segala perlengkapan Si Kecil, tetapi juga perlu mempersiapkan budget juga yang dikeluarkan untuk melakukan aqiqah. Aqiqah dapat diartikan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas kelahiran bayi. Rasa syukur tersebut diwujudkan dengan memotong kambing dan dibagikan kepada saudara, tetangga, dan mereka yang membutuhkan. Aqiqah kerap diidentikan seperti pemotongan hewan kurban saat Idul Adha, tetapi tentu niat dan tata cara pelaksanaannya memiliki perbedaan. Secara bahasa, aqiqah memiliki arti โ€œmemotongโ€ yang berasal dari bahasa arab โ€œal-qathโ€™uโ€. Terdapat juga definisi lain aqiqah yaitu nama rambut bayi yang baru dilahirkan. Menurut istilah, aqiqah adalah proses kegiatan menyembelih hewan ternak pada hari ketujuh setelah bayi dilahirkan. Berdasarkan tafsir sebagian besar ulama yang dinilai paling kuat, aqiqah hukumnya adalah sunnah muakkad. Aqiqah menjadi ibadah yang penting dan diutamakan. Bila mampu untuk melakukannya, maka orang tua sangat dianjurkan untuk melakukan aqiqah anaknya saat masih bayi. Namun, bagi yang tidak mampu untuk melaksanakannya, hukum aqiqah boleh ditinggalkan tanpa berdosa. Diriwayatkan Al-Hasan dari Samurah radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah SAW bersabda โ€œSemua anak tergadaikan dengan aqiqahnya yang disembelihkan pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberikan nama.โ€ HR Ahmad 20722, At-Turmudzi 1605 dan dinilai shahih oleh Al-Albani. Ini adalah hadits yang paling kuat tentang disyariatkannya aqiqah. Syariat untuk melakukan aqiqah hanya dapat Anda temukan di hadist-hadist Nabi Muhammad SAW dan tidak dijumpai di dalam ayat Al-Qurโ€™an. Meski tidak ada Al-Qurโ€™an, Ustadz Aris Munandar memberikan penjelasan bahwa seorang muslim tidak membeda-bedakan aturan dalam Al Quran dan hadist. Ini karena kita diperintahkan untuk taat kepada Nabi Muhammad SAW sebagaimana kita taat kepada Allah dan ayat-ayat Al Qurโ€™an. โ€œAqiqah menjadi satu hal yang sangat populer dan tak terpisahkan di tengah-tengah kehidupan beragama kaum musliminโ€. Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitabnya โ€œTuhfatul Maududโ€ mengatakan bahwa โ€œImam Jauhari berkata, Aqiqah adalah โ€œMenyembelih hewan pada hari ketujuhnya dan mencukur rambutnya.โ€ Selanjutnya Ibnu Qayyim rahimahullah berkata โ€œDari penjelasan ini jelaslah bahwa aqiqah itu disebut demikian karena mengandung dua unsur diatas dan ini lebih utama.โ€ Imam Ahmad rahimahullah dan jumhur ulama berpendapat bahwa apabila ditinjau dari segi syarโ€™i maka yang dimaksud dengan aqiqah adalah makna berkurban atau menyembelih An-Nasikah. Para ulama di masa salaf membenci dan tidak menyukai mereka yang bisa melakukan aqiqah, tetapi meninggalkan syariat aqiqah, ujar Ustadz Aris Munandar. Tradisi aqiqah adalah anjuran untuk menyembelih kambing serta memotong rambut si bayi yang baru lahir. Hukum aqiqah dalam islam sendiri termasuk sunnah muakkad dan dapat dilakukan bagi muslim yang mampu. Tujuan dilaksanakan aqiqah ini yaitu berbagi kebahagiaan kepada orang sekitar, sehingga muncul doa terbaik agar Si Kecil tumbuh dengan baik dari fisik maupun akhlaknya. Dalil-Dalil Syari Tentang Hukum Aqiqah Dalil-dalil syari tentang hukum aqiqah yaitu sebagai berikut ุนูŽู†ู’ ุณูŽู„ู’ู…ูŽุงู†ูŽ ุจู’ู†ู ุนูŽุงู…ูุฑู ุงู„ุถู‘ูŽุจููŠู‘ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุณูŽู…ูุนู’ุชู ุฑูŽุณููˆู’ู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุต ูŠูŽู‚ููˆู’ู„ู ู…ูŽุนูŽ ุงู’ู„ุบูู„ุงูŽู…ู ุนูŽู‚ููŠู’ู‚ูŽุฉูŒ ููŽุงูŽู‡ู’ุฑููŠู’ู‚ููˆู’ุง ุนูŽู†ู’ู‡ู ุฏูŽู…ู‹ุง ูˆูŽ ุงูŽู…ููŠู’ุทููˆู’ุง ุนูŽู†ู’ู‡ู ุงู’ู„ุงูŽุฐูŽู‰ Dari Salman bin Amir Ad-Dhabiy, dia berkata Rasulullah bersabda, โ€œAqiqah dilaksanakan karena kelahiran bayi, maka sembelihlah hewan dan hilangkanlah semua gangguan darinya.โ€ [Shahih Hadits Riwayat Bukhari 5472, untuk lebih lengkapnya lihat Fathul Bari 9/590-592, dan Irwaul Ghalil 1171, Syaikh Albani] Makna menghilangkan gangguan adalah mencukur rambut bayi atau menghilangkan semua gangguan yang ada [Fathul Bari 9/593 dan Nailul Authar 5/35, Cetakan Darul Kutub Al-Ilmiyah, pent] ุนูŽู†ู’ ุณูŽู…ูุฑูŽุฉูŽ ุจู’ู†ู ุฌูู†ู’ุฏูŽุจู ุงูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุต ู‚ูŽุงู„ูŽ ูƒูู„ู‘ู ุบูู„ุงูŽู…ู ุฑูŽู‡ููŠู’ู†ูŽุฉูŒ ุจูุนูŽู‚ููŠู’ู‚ูŽุชูู‡ู ุชูุฐู’ุจูŽุญู ุนูŽู†ู’ู‡ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุณูŽุงุจูุนูู‡ู ูˆูŽ ูŠูุญู’ู„ูŽู‚ู ูˆูŽ ูŠูุณูŽู…ู‘ูŽู‰ Dari Samurah bin Jundab dia berkata Rasulullah bersabda โ€œSemua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan kambing, diberi nama dan dicukur rambutnya.โ€ [Shahih, Hadits Riwayat Abu Dawud 2838, Tirmidzi 1552, Nasaโ€™I 7/166, Ibnu Majah 3165, Ahmad 5/7-8, 17-18, 22, Ad Darimi 2/81, dan lain-lainnya] ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽ ุฃูŽุฎู’ุจูŽุฑูŽุชู’ู‡ูŽุง ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฃูŽู…ูŽุฑูŽู‡ูู…ู’ ุนูŽู†ู’ ุงู„ู’ุบูู„ูŽุงู…ู ุดูŽุงุชูŽุงู†ู ู…ููƒูŽุงููุฆูŽุชูŽุงู†ู ูˆูŽุนูŽู†ู’ ุงู„ู’ุฌูŽุงุฑููŠูŽุฉู ุดูŽุงุฉูŒ Dari Aisyah dia berkata Rasulullah bersabda โ€œBayi laki-laki diaqiqahi dengan dua kambing yang sama dan bayi perempuan satu kambing.โ€ [Shahih, Hadits Riwayat Ahmad 2/31, 158, 251, Tirmidzi 1513, Ibnu Majah 3163, dengan sanad hasan] ุนูŽู†ู’ ุงุจู’ู†ู ุนูŽุจู‘ูŽุงุณู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุนูŽู‚ู‘ูŽ ุนูŽู†ู’ ุงู„ู’ุญูŽุณูŽู†ู ูˆูŽุงู„ู’ุญูุณูŽูŠู’ู†ู ูƒูŽุจู’ุดู‹ุง ูƒูŽุจู’ุดู‹ุง Dari Ibnu Abbas bahwasannya Rasulullah bersabda, โ€œMengaqiqahi Hasan dan Husain dengan satu kambing dan satu kambing.โ€ [HR Abu Dawud 2841 Ibnu Jarud dalam kitab al-Muntaqa 912 Thabrani 11/316 dengan sanadnya shahih sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Daqiqiel Ied] ุนูŽู†ู’ ุนูŽู…ู’ุฑููˆ ุจู’ู†ู ุดูุนูŽูŠู’ุจู ุนูŽู†ู’ ุงูŽุจููŠู’ู‡ู ุนูŽู†ู’ ุฌูŽุฏู‘ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุต ู…ูŽู†ู’ ุงูŽุญูŽุจู‘ูŽ ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ุงูŽู†ู’ ูŠูŽู†ู’ุณููƒูŽ ุนูŽู†ู’ ูˆูŽู„ูŽุฏูู‡ู ููŽู„ู’ูŠูŽูู’ุนูŽู„ู’ ุนูŽู†ู ุงู’ู„ุบูู„ุงูŽู…ู ุดูŽุงุชูŽุงู†ู ู…ููƒูŽุงููุฆูŽุชูŽุงู†ู ูˆูŽ ุนูŽู†ู ุงู’ู„ุฌูŽุงุฑููŠูŽุฉู ุดูŽุงุฉูŒ Dari Amr bin Syuโ€™aib dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah bersabda, โ€œBarangsiapa diantara kalian yang ingin menyembelih kambing karena kelahiran bayi maka hendaklah ia lakukan untuk laki-laki dua kambing yang sama dan untuk perempuan satu kambing.โ€ [Sanadnya Hasan, Hadits Riwayat Abu Dawud 2843, Nasaโ€™I 7/162-163, Ahmad 2286, 3176 dan Abdurrazaq 4/330, dan dishahihkan oleh al-Hakim 4/238] Dari Fatimah binti Muhammad ketika melahirkan Hasan, dia berkata Rasulullah bersabda โ€œCukurlah rambutnya dan bersedekahlah dengan perak kepada orang miskin seberat timbangan rambutnya.โ€ [Sanadnya Hasan, Hadits riwayat Ahmad 6/390, Thabrani dalam โ€œMuโ€™jamul Kabirโ€ 1/121/2, dan al-Baihaqi 9/304 dari Syuraiq dari Abdullah bin Muhammad bin Uqail] Dari dalil-dalil yang diterangkan di atas maka dapat diambil hukum-hukum mengenai seputar aqiqah dan hal ini dicontohkan oleh Rasulullah para sahabat serta para ulama salafus sholih. Untuk waktu pelaksanaan hukum aqiqah, Irsyad mengatakan bahwa biasanya dilakukan pada hari ketujuh dari kelahiran bayi. Hal ini berdasarkan hadist Rasulullah SAW. Diriwayatkan Samurah bin Jundub Ra, Rasulullah SAW bersabda, โ€œSetiap bayi tergadaikan oleh aqiqahnya yang disembelih untuknya pada hari ketujuh, lalu dicukur dan diberi nama.โ€ HR. An-Nasaโ€™i. Menilik dari hadist shahih tentang hukum aqiqah di atas, waktu untuk melakukan aqiqah pada Si Kecil dianjurkan pada hari ketujuh setelah kelahirannya. Cara menghitung hari ketujuh adalah dengan menyertakan hari kelahirannya. Misal, jika Si Kecil lahir dihari Senin maka hukum aqiqah dapat dilakukan dihari Minggu berikutnya. Dalam sebuah hadits dikatakan, โ€œPenyembelihan hewan aqiqah bisa hari yang ke-7, hari ke-14, atau hari ke-21.โ€ Hadist ini dianggap sebagai hadist yang shahih oleh sebagian ulama. Tata cara hukum aqiqah dihari ketujuh kelahiran memang bukan harga mati. Hari ketujuh setelah kelahiran dianggap sebagai saat yang paling afdol. โ€œJika tidak memungkinkan dilakukan pada hari tersebut karena masih lelah dan tidak sempat mengurusnya, aqiqah bisa dilakukan di hari ke-14 atau ke-21. Jika masih tidak bisa juga, maka aqiqah dapat dilaksanakan kapan saja.โ€ tambah Ustadz Aris Munandar. Aqiqah dapat dilakukan sampai ada kemampuan, bahkan jika sudah dewasa sekalipun. Nabi SAW pun mengaqiqahi dirinya sendiri ketika Beliau telah diutus menjadi seorang Nabi. Riwayat ini juga menjadi dasar dibolehkannya seseorang untuk mengaqiqahi dirinya sendiri apabila orang tuanya belum mengaqiqahi ketika kecil atau tidak memiliki kemampuan untuk itu. Syarat Melakukan Aqiqah Sumber Dalam melaksanakan aqiqah, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi. Hal ini juga akan disesuaikan dengan jenis kelamin dari anak. Berikut ini syarat-syarat aqiqah yaitu 1. Jumlah Hewan Aqiqah Pelaksanaan aqiqah antara anak laki-laki dengan anak perempuan ini memiliki persyaratan yang sedikit berbeda. Saat sudah meniatkan untuk mengaqiqahi Si Kecil, ada hal yang perlu diperhatikan, terutama untuk jumlah kambing yang akan disembelih. Di mana jumlah hewan aqiqah yang disembelih untuk anak laki-laki yaitu dua ekor kambing atau domba. Sedangkan jumlah hewan yang dibutuhkan untuk anak perempuan hanya membutuhkan satu ekor kambing atau domba saja. Dari hadits diriwayatkan, โ€œSiapa dari kalian yang suka menyembelih atas kelahiran anak maka lakukanlah, anak laki dua ekor kambing yang cukup syarat, anak wanita dengan satu ekorโ€ Meski demikian, jumlah ini juga bisa disesuaikan bagi orang tua kurang mampu. Jika tidak mampu untuk menyembelih dua ekor, maka bisa menyembelih satu ekor saja. Sesungguhnya tata cara pelaksanaan aqiqah antara anak laki-laki dan perempuan sama saja. Hal yang membedakannya hanyalah pada jumlah hewan yang disembelih. Pada anak laki-laki harus berjumlah 2 ekor kambing yang keduanya mirip sama usianya, sama jenisnya, sama ukurannya. Jika tidak sama persis, setidaknya mendekati. Sedangkan, untuk anak perempuan jumlah hewan aqiqah hanya 1 kambing saja. Sapi atau unta juga diperbolehkan dengan syarat hanya 1 unta atau 1 sapi untuk 1 orang anak saja. Namun, sebagian ulama berpendapat jika aqiqah yang diperbolehkan hanya memakai kambing saja sebab sesuai dengan dalil Rasulullah SAW yaitu Saat menyembelih, ada hal yang harus diperhatikan yakni tidak mematahkan tulang dari sembelihan dengan hikmah yang terkandung adalah tafaโ€™ul atau berharap akan keselamatan tubuh serta anggota badan dari anak tersebut. Setelah proses penyembelihan hewan aqiqah dan membagikannya ke sanak saudara, tetangga, serta orang yang membutuhkan, jangan lupa untuk mencukur rambut Si Kecil dan memberikan nama yang baik sebagaimana sabda Nabi SAW. Mengutip laman Dalam Islam, setelah memotong rambut, maka dilanjutkan lagi dengan memasukkan sesuatu yang manis ke dalam mulut bayi. Para Sahabat memiliki kebiasaan bayi yang baru saja lahir akan langsung dibawa ke hadapan Rasulullah SAW. Beliau kemudian akan memerintahkan untuk diambilkan kurma lalu mengunyahnya sampai halus. Kemudian, beliau akan mengambil sedikit dari mulutnya lalu memberikannya ke mulut bayi dengan cara menyentuh langit-langit mulut bayi sehingga akan langsung dihisap. Gula atau makanan manis dari hal ini memiliki kandungan karbohidrat atau glukosa, di mana merupakan sumber kekuatan dari fisik serta ludah dari Rasulullah SAW yang akan memberikan berkah. Sunnah ini lalu diteruskan oleh umat muslim yakni dengan mentahnikkan bayi pada para ulama. 2. Perhatikan Kondisi Hewan Aqiqah Syarat berikutnya yaitu perhatikan kondisi hewan yang akan digunakan untuk pelaksanaan aqiqah. Kondisinya yaitu hewan tersebut harus berada dalam kondisi sehat, tidak cacat, cukup umur, dan tidak kurus. Biasanya kambing yang digunakan untuk aqiqah ini memiliki kisaran umur satu tahun dan memiliki jenis kelamin jantan maupun betina. Hukum aqiqah ini memang sunnah muakkad, namun daging aqiqah ini juga disunahkan untuk dimasak terlebih dahulu. 3. Membagikan Aqiqah dengan Daging Mentah Saat ini, kita banyak menjumpai tempat-tempat penyembelihan hewan aqiqah yang sekaligus memasak dan membuat hantaran berupa nasi kotak dengan berbagai olahan daging kambingnya. Hal ini sangat praktis dan tidak menyita waktu Anda untuk mempersiapkannya. Seperti halnya dalam berkurban, pihak keluarga pun diperkenankan untuk makan daging aqiqah. Meski tidak biasa, tetapi ternyata hasil sembelihan aqiqah pun dapat diberikan dalam kondisi mentah. Membagikan aqiqah dalam kondisi daging mentah dijelaskan oleh Imam Ibnu Baz. Aqiqah yang sesuai syariat dan yang diajarkan dalam sunnah shahih dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam adalah hewan yang disembelih untuk kelahiran anak pada hari ketujuh. 4. Dapat Dibagikan Dalam Bentuk Olahan Masakan atau Daging Mentah Sumber Portal Amanah Nabi shallallahu alaihi wa sallam telah mengaqiqahi Hasan dan Husain radhiyallahu anhu. Shohibul aqiqah boleh memilih, boleh membaginya dalam bentuk daging mentah kepada para kerabat, kawan atau orang miskin. Bisa juga dia masak, kemudian mengundang kerabat, tetangga, atau orang miskin yang dia inginkan. Majmuโ€™ Fatawa Ibnu Baz 4/262. 5. Aqiqah Saat Anak Sudah Dewasa Ini menjadi pertanyaan yang sering dilontarkan oleh sebagian orang. Bagaimana jika aqiqah dilakukan saat anak sudah dewasa atau telanjur besar? Menurut pendapat para ulama, apabila orang tuanya dahulu adalah orang yang tidak mampu pada saat waktu dianjurkannya aqiqah, maka ia tidak punya kewajiban apa-apa walaupun mungkin setelah itu ia sudah mampu untuk aqiqah. Sebagaimana apabila seseorang miskin ketika waktu pensyariatan zakat, maka ia tidak diwajibkan mengeluarkan zakat meskipun setelah itu kondisinya serba cukup. Jadi, apabila keadaan orang tuanya tidak mampu ketika pensyariatan aqiqah, kewajiban aqiqah menjadi gugur karena ia tidak memiliki kemampuan. Sedangkan jika orang tuanya mampu sejak anak lahir, tetapi ia menunda aqiqah hingga anaknya dewasa, maka pada saat itu anaknya tetap diaqiqahi walaupun sudah dewasa. Begitu juga hadits berkata โ€œJika seorang anak tidak diaqiqahi, maka ia tidak akan memberi syafaat kepada orang tuanya pada hari kiamat nanti.โ€ Imam Asy Syafiโ€™i memiliki pendapat bahwa aqiqah tetap dianjurkan walaupun diakhirkan. Namun disarankan agar tidak diakhirkan hingga usia baligh. Jika aqiqah diakhirkan hingga usia baligh, kewajiban orang tua menjadi gugur. Akan tetapi, ketika itu, anak punya pilihan, boleh mengaqiqahi dirinya sendiri atau tidak. Shahih Fiqih Sunnah 2/383. Proses Pelaksanaan Tasyakuran Sumber Pexels Berikut ini terdapat beberapa ulasan dalam melaksanakan tasyakuran aqiqah, antara lain Perhatikan Waktu yang Dianjurkan Untuk melaksanakan aqiqah ini biasanya dilakukan pada waktu yang dianjurkan yaitu hari ketujuh setelah bayi lahir. Apabila hari ketujuh tersebut berhalangan atau tidak sanggup, maka dapat dilaksanakan pada hari keempat belas atau hari kedua puluh satu. Hal ini wajib dilaksanakan oleh seorang muslim yang mampu untuk melaksanakannya. Mencukur Rambut Anak Hal yang dilakukan juga dalam pelaksanaan aqiqah yaitu mencukur rambut hingga gundul. Hal ini bertujuan agar bayi dapat terbebas dari godaan syaitan. Dalam mencukurnya juga tidak boleh sembarangan dan disarankan dimulai dari sebelah kanan ke kiri. Memberikan Nama Anak Selanjutnya, Bunda juga bisa memberikan nama kepada anak pada hari Aqiqah tersebut. Nama berfungsi sebagai doa sehingga pemberian nama anak ini haruslah nama yang baik pula. Makan Bersama Setelah mengetahui hukum aqiqah dan syarat-syaratnya, hewan dapat disembelih dan membaca doa untuk menyembelih hewan aqiqah. Kemudian, daging dapat dimasak terlebih dahulu dan diakhiri dengan melakukan makan bersama, serta memanjatkan doa agar anak tersebut dapat menjadi anak sholeh atau sholehah. Grameds bisa mendapatkan lebih banyak informasi seputar aqiqah serta hewan-hewan aqiqah yang bagus yang tentunya sudah tersedia di Sebagai SahabatTanpaBatas kami selalu berusaha memberikan yang terbaik. Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi LebihDenganMembaca. Penulis Yufi Cantika Sukma Ilahiah Baca juga ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien Allah SWT menciptakan manusia dengan berbeda-besa suku bangsa dan juga menciptakan seluruh makhluk di dunia ini untuk beribadah hanya kepadanya baca tujuan hidup menurut islam dan hakikat penciptaan manusia. Sebagai umat muslim kita tentunya tahu bahwa setiap bayi yang lahir adalah anugerah dari Allah SWT dan sebagai rasa syukur dan ganti atas lahirnya putra atau putri kita adalah dengan melaksanakan aqiqah atau memotong hewan sembelihan. Dengan demikian orangtua yang memiliki anak hendaknya melaksanakan aqiqah dengan tujuan mensyukuri anugerah Allah dan menjalankan sunnah nabi Muhammad SAW. Namun, tahukah kita bagaimana tatacara dan ketentuan aqiqah dalam agama islam? Untuk mengetahuinya simak uraiannya berikut ini. baca tata cara qurban idul adha dan qurban dan aqiqah dalam islamDefinisi AqiqahDalam bahasa Arab kata aqiqah berarti memotong namun aqiqah juga seringkali diartikan sebagai hewan sembelihan. Selain itu beberapa kalangan ulama juga mengartikan aqiqah sebagai proses mencukur rambut yang baru lahir saat hari ke tujuh, ke empat belas atau hari ke duapuluh satu setelah lahir. Intinya, berdasarkan istilah, aqiqah adalah penyembelihan hewan yang biasanya dilakukan setelah bayi baru lahir atau saat ia mencukur rambut untuk pertama kalinya di hari ke tujuh, empat belas atau keduapuluh satu. Hewan yang disembelih saat aqiqah adalah kambing, jika bayi laki-laki maka harus diganti dengan dua ekor kambing sementara untuk aqiqah bayi perempuan hanya satu kambing saja. baca mendidik anak sejak dini dan cara mendidik anak menurut islamDasar Hukum AqiqahSebagai sunnah atau anjuran Rasulullah SAW umat muslim hendaknya melaksanakan aqiqah, meskipun aqiqah hanya untuk mereka yang mampu menyembelih hewan aqiqah yakni kambing. Dengan kata lain aqiqah wajib dilakukan bagi mereka yang mampu sedangkan jika tidak mampu menyebelih hewan aqiqah karena tidak memiliki harta maka hukumnya sunah baca harta dalam islam dan zakat maal. Berikut ini adalah beberapa dalil hadits Rasulullah SAW yang menjadi landasan hokum atau dasar pelaksanaan Samurah bin Jundab dia berkata Rasulullah bersabda โ€œSemua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan kambing, diberi nama dan dicukur rambutnya.โ€ [HR Abu Dawud, Tirmidzi, Nasaโ€™i, Ibnu Majah, Ahmad]Anak-anak itu tergadai tertahan dengan aqiqahnya, disembelih hewan untuknya pada hari ketujuh, dicukur kepalanya dan diberi nama.โ€ [HR Ahmad]Dari Aisyah dia berkata Rasulullah bersabda โ€œBayi laki-laki diaqiqahi dengan dua kambing yang sama dan bayi perempuan satu kambing.โ€ [HR Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah]Dari Salman bin Amir Ad-Dhabiy, dia berkata Rasululloh bersabda โ€œAqiqah dilaksanakan karena kelahiran bayi, maka sembelihlah hewan dan hilangkanlah semua gangguan darinya.โ€ [Hadits Riwayat Bukhari]Dari Aisyah RA, ia berkata, โ€œRasulullah SAW pernah ber aqiqah untuk Hasan dan Husain pada hari ke-7 dari kelahirannya, beliau memberi nama dan memerintahkan supaya dihilangkan kotoran dari kepalanya dicukurโ€. [HR. Hakim, dalam AI-Mustadrak juz 4, hal. 264]Dari Fatimah binti Muhammad ketika melahirkan Hasan, dia berkata Rasulullah bersabda โ€œCukurlah rambutnya dan bersedekahlah dengan perak kepada orang miskin seberat timbangan rambutnya.โ€ [HR Ahmad, Thabrani, dan al-Baihaqi]Dalam melaksanakan aqiqah ada beberapa ketentuan yang harus sesuai dengan syariat agama islam karena aqiqah sendiri adalah mengganti diri atau bayi yang baru lahir sebagaimana digadaikan. Berikut ini adalah ketentuan pelaksanaan aqiqah yang wajib diketahui oleh umat muslim Dilaksanakan di hari ke 7, 14, atau 21Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa aqiqah atau pemotongan hewan untuk menggantikan bayi yang baru lahir hendaknya dilaksanakan pada hari ke tujuh, ke empat belas dan hari kedua puluh satu sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut iniDari Abu Buraidah Aqiqah itu disembelih pada hari ketujuh, atau keempat belas, atau kedua puluh satunya. HR Baihaqi dan Thabrani.Jumlah Hewan AqiqahLaki-laki dan perempuan memang sama-sama makhluk ciptaan Allah SWT namun terdapat perbedaan diantara keduanya seperti halnya saat pelaksanaan aqiqah. Ketentuan aqiqah dalam islam adalah jika yang lahir adalah bayi laki-laki maka jumlah hewan kambing yang disembelih adalah dua ekor sementara bagi bayi perempuan, orangtuanya hanya perlu menyembelih satu hewan aqiqah. Hai ini sesuai dengan hadits Nabi Muhammad SAW baca anak perempuan dalam islam dan cara cepat menghafal juz amma untuk anakDari Amr bin Syuโ€™aib dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah bersabda โ€œBarangsiapa diantara kalian yang ingin menyembelih kambing karena kelahiran bayi maka hendaklah ia lakukan untuk laki-laki dua kambing yang sama dan untuk perempuan satu kambing.โ€ [HR Abu Dawud, Nasaโ€™i, Ahmad]Jenis Hewan AqiqahHewan yang disembelih pada saat aqiqah adalah kambing atau domba tidak memandang kambing jantan ataupun betina boleh disembelih sebagai hewan aqiqah. Sebagaimana perintah Rasulullah SAW dalam hadits berikut Ini tentang hewan yang Aisyah ra berkata, yang artinya โ€œNabi SAW memerintahkan mereka agar disembelihkan aqiqah dari anak laki-laki dua ekor domba yang sepadan dan dari anak perempuan satu ekor.โ€ Shahih riwayat At TirmidziDisunahkan mencukur rambutSaat melakukan aqiqah pada hari ketujuh, keempat belas, atau hari kedua puluh satu, bayi juga hendaknya dicukur rambutnya dan diberi nama. Hal ini sudah banyak dilakukan oleh masyarakat muslim khususunya di Indonesia. Sebagai muslim hendaknya memberikan nama yang baik kepada anak dan mencukur rambutnya sesuai sunah Rasul agar nantinya anak bisa tumbuh menjadi anak yang sholeh atau sholehah. baca juga ciri-ciri istri shalehahDibagikan setelah dimasakTidak seperti saat perayaan idul Adha dimana daging kurban dibagikan sebagai daging mentah, sedangkan daging hewan aqiqah sebaiknya dimasak dan diberikan dalam keadaan matang. Daging yang telah dimasak tersebut selanjutnya bisa diberikan kepada mereka yang berhak dan yang memiliki hubungan kekerabatan atau tetangga. Perkara ini disebutkan dalam hadits berikut baca makanan halal menurut islam dan makanan haram menurut islamโ€œSunnahnya dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan. Ia dimasak tanpa mematahkan tulangnya. Lalu dimakan oleh keluarganya, dan disedekahkan pada hari ketujuhโ€. HR al-BayhaqiDemikian definisi, dasar hukum dan ketentuan aqiqah yang ada dalam agama islam. Semoga bemanfaat. baca juga cara mendidik anak yang baik menurut islam dan pendidikan anak dalam islam

hukum aqiqah menurut muhammadiyah