29 Contoh perilaku mengamalkan nilai soverenitas adalah a. Eni menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari hari b. Rina menjenguk temannya yang sedang dirawat di rumah sakit c. Ardi memberi kesempatan Ari menunaikan ibadah solat d. Afif mengikuti kerja bakti ronda malam di kampungnya e. Ani mengumpulkan dana untuk disumbangkan
20 Contoh perilaku yang mencerminkan rasa bangga terhadap bangsa Indonesia adalah . A. Membantu anak putus sekolah B. Mengenakan baju daerah setempat saat menghadiri perayaan di kedutaan C. Memelihara binatang langka untuk koleksi pribadi D. Menciptakan lapangan kerja baru untuk usaha konveksi. 21.
Contohsikap. Dilansir dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, berikut beberapa contoh sikap yang mencerminkan persatuan dan kesatuan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu:. Menghormati budaya lain; Menghormati budaya lain mencerminkan sikap persatuan karena saling menghormati antara buidaya satu dengan yang lain, terlebih lagi
cash. Ilustrasi Perilaku yang Mencerminkan Sikap Mempertahankan Kemerdekaan NKRI Sumber Unsplash/Nick Agus AryaGenerasi penerus bangsa harus memiliki perilaku yang mencerminkan sikap mempertahankan kemerdekaan NKRI. Indonesia adalah negara yang pernah dijajah oleh beberapa bangsa asing. Para pejuang rela berkorban nyawa demi kemerdekaan kemerdekaan sangat sulit untuk diraih, sudah sewajarnya bangsa Indonesia mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Banyak cara untuk mempertahankan kemerdekaan yang bisa dilakukan, misalnya adalah melestarikan budaya yang Mencerminkan Sikap Mempertahankan Kemerdekaan NKRIIlustrasi Perilaku yang Mencerminkan Sikap Mempertahankan Kemerdekaan NKRI Sumber Unsplash/Camille BismonteDikutip dari Arif Cerdas untuk Sekolah Dasar Kelas 6, Umi 2020344, menjaga kemerdekaan Indonesia adalah harga mati sehingga tidak bisa ditawar. Setiap warga negara Indonesia berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara menjaga kemerdekaan bukan berarti harus mengangkat senjata. Masyarakat bisa melakukan beberapa hal sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Berikut ini adalah beberapa contoh perilaku yang mencerminkan sikap mempertahankan kemerdekaan NKRI1. Mencegah pencemaran lingkunganMenjaga lingkungan agar selalu bersih dan asri adalah salah satu perilaku yang mencerminkan sikap mempertahankan kemerdekaan NKRI. Caranya adalah dengan membuang sampah pada tempatnya dan ikut kerja bakti membersihkan Menjaga keamanan lingkunganLingkungan yang aman akan membuat masyarakat bisa hidup dengan nyaman. Hal ini bisa dilakukan dengan cara mengadakan ronda di lingkungan tempat Melestarikan budaya daerahIndonesia adalah negara yang kaya akan budaya. Generasi penerus bangsa harus mempelajari budaya daerah agar bisa terus melestarikan budaya. Dengan begitu, budaya daerah tidak akan hilang ditelan Menghargai perbedaanMasyarakat Indonesia terdiri dari berbagai macam suku yang memiliki bahasa daerahnya masing-masing dan memeluk agama yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut tidak boleh dijadikan alasan perpecahan. Perbedaan justru memperkaya budaya Saling tolong menolongMasyarakat Indonesia wajib saling tolong menolong dalam hal kebaikan. Masyarakat juga tidak boleh membeda-bedakan baik suku atau agama orang yang akan Rajin belajarPerilaku yang mencerminkan sikap mempertahankan kemerdekaan NKRI lainnya adalah rajin belajar di bidang yang disukai. Dengan demikian masyarakat bisa sukses di bidangnya dan nantinya akan bisa membanggakan serta memajukan Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajibanSebagai warga Indonesia, ada hak dan kewajiban tiap warga yang harus dipenuhi. Misalnya adalah hak beragama dan kewajiban untuk menghormati agama yang dianut oleh orang lain. KRIS
Contoh Sikap Toleransi – Grameds pasti sudah tahu jika masyarakat Indonesia ini merupakan masyarakat multikultural yang mana tentu saja setiap individunya memiliki beragam jenis perbedaan, mulai dari agama, ras, suku, latar belakang pendidikan, latar belakang ekonomi, hingga pola pikir. Meskipun demikian, para pejuang bangsa telah mengetahui adanya keragaman tersebut sehingga semboyan bangsa Indonesia ini juga berkaitan dengan hal tersebut, yakni Bhinneka Tunggal Ika. Apakah Grameds masih ingat apa makna dari semboyan tersebut? Adanya semboyan Bhinneka Tunggal Ika ini secara langsung membentuk kesadaran kepada masyarakat bahwa bangsa Indonesia ini memiliki dinamika budaya yang beragam alias multikultural. Dari adanya keberagaman tersebut, tidak lantas membuat bangsa Indonesia ini terpecah belah, sebab sedari kecil kita juga pasti sudah mendapatkan pengajaran mengenai toleransi kan? Lalu bagaimana sih penerapan dan contoh sikap toleransi itu? Bagaimana pula upaya untuk mewujudkan toleransi dalam masyarakat multikulturalisme ini? Nah, supaya Grameds memahami akan hal tersebut, yuk simak ulasan berikut ini supaya tidak lupa untuk menerapkan dan mengetahui contoh sikap toleransi ya… Contoh Sikap Toleransi Dalam Kehidupan Sehari-HariContoh Sikap Toleransi BeragamaContoh Sikap Toleransi Antar SukuContoh Sikap Toleransi di Lingkungan Sekolah dan KerjaMemahami Kembali Pengertian ToleransiToleransi BeragamaToleransi Keberagaman SukuToleransi Dalam Sosial BudayaToleransi Dalam Bhinneka Tunggal IkaUpaya Mewujudkan Toleransi Contoh Sikap Toleransi Beragama Memperbolehkan teman atau individu lain beribadah sesuai dengan agama mereka. Tidak memaksakan orang lain untuk berpindah keyakinan. Tidak melakukan diskriminasi terutama pada agama minoritas. Tidak mengganggu proses ibadah orang lain. Tidak mencela dan merendahkan agama orang lain. Tidak menjadikan agama orang lain sebagai bahan gurauan. Tidak menjadi provokator ketika agama lain tengah merayakan hari besarnya. Berteman dengan semua orang, tanpa memandang apa latar belakang agama mereka. Menghormati adanya perayaan hari besar keagamaan dari umat lain. Tetap menjaga silaturahmi dengan tetangga, teman, maupun rekan kerja yang berbeda agama. Tetap menolong orang lain yang tengah tertimpa musibah walaupun latar belakang agama mereka berbeda dengan kita. Tidak merusak tempat ibadah umat beragama lain. Tidak mengganggu ketenangan ibadah yang dilakukan oleh umat beragama lain. Tidak perlu menyombongkan agama sendiri di depan umat beragama lain, hargai adanya perbedaan yang ada. Contoh Sikap Toleransi Antar Suku Tidak melakukan tindakan diskriminasi pada orang lain yang memiliki latar belakang suku berbeda. Tidak melakukan penjarahan pada kebudayaan suku lain. Tetap saling membantu kepada semua orang yang membutuhkan tanpa melihat latar belakang suku. Menghargai kebudayaan suku lain. Tidak menjadikan kebudayaan suku lain sebagai bahan gurauan. Memperlakukan semua orang dengan cara yang sama tanpa memandang latar belakang suku. Belajar tradisi dan kebudayaan suku lain. Contoh Sikap Toleransi di Lingkungan Sekolah dan Kerja Tetap berteman dengan teman yang memiliki perbedaan agama dan suku. Sebagai guru, tidak membeda-bedakan perlakuan kepada murid yang memiliki latar belakang agama dan suku berbeda. Tetap membantu rekan kerja yang mengalami kesulitan meskipun memiliki latar belakang agama dan suku berbeda. Tidak membuat “geng” khusus untuk membeda-bedakan agama dan suku lain. Tetap bersikap baik dan ramah kepada semua orang. Memahami Kembali Pengertian Toleransi Apakah Grameds masih bingung akan apa itu toleransi? Sebenarnya, pengertian toleransi itu sederhana yakni berupa menghargai adanya perbedaan yang ada di dalam diri kita dengan orang lain. Dalam proses menghargainya, cukup tidak perlu mengolok-olok atau menjadikan perbedaan yang ada itu sebagai bahan gurauan, sebab itu nantinya akan membuat orang lain merasa sakit hati. Istilah “toleransi” ini sebenarnya berasal dari bahasa asing, yakni Bahasa Inggris yang berupa “tolerance” dan bahasa Arab yang berupa “tasamuh”. Secara etimologi, toleransi berartikan sebuah kesabaran, ketahanan emosional, dan kelapangan dada. Sementara secara istilah terminologi, toleransi memiliki definisi berupa sikap menghargai, membiarkan, memperbolehkan adanya pandangan, pendapat, kepercayaan, dan kebiasaan yang berbeda dengannya. Jadi, dapat disimpulkan bahwa konsep dari sikap toleransi ini mengarah pada sikap terbuka dan mau mengakui adanya berbagai macam perbedaan. Perbedaan yang dimiliki oleh dirimu sendiri dan orang lain itu dapat beragam, mulai dari suku bangsa, warna kulit, bahasa, adat-istiadat, budaya, bahasa, agama, hingga pola pikir. Berhubung setiap individu itu memiliki suratan takdir sekaligus latar belakang kehidupan yang berbeda-beda, maka perbedaan pola pikir juga akan wajar saja termasuk dalam keragaman tersebut. Maka dari itu, jika tengah melakukan aktivitas rapat atau jajak pendapat terkait suatu permasalahan, jangan menyepelekan atau menertawakan pendapat orang lain sebab itu juga bagian dari sikap toleransi yang sebenarnya harus diterapkan sejak dini. Sebenarnya, tak jarang sikap toleransi ini secara tidak sadar atau tanpa dilakukan akan dilakukan oleh individu, sebab berkaitan dengan watak dari orang perseorangan atau kelompok manusia. Meskipun begitu, sikap toleransi juga dapat dilakukan secara sadar terutama jika individu tersebut seberusaha mungkin untuk menghindarkan diri dari suatu perselisihan. Sikap toleransi ternyata juga pernah dibahas oleh UNESCO United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization mengartikan toleransi sebagai sikap “saling menghormati, saling menerima, dan saling menghargai di tengah keragaman kebudayaan, kebebasan berekspresi, dan karakter manusia”. Berdasarkan hal tersebut, sikap toleransi ini setara dengan sikap positif dan menghargai orang lain dalam rangka menggunakan kebebasan asasi sebagai manusia. Apakah Grameds tahu bahwa sikap toleransi ini memiliki dua model? Yap, model pertama adalah sikap pasif, yakni sikap menerima perbedaan sebagai sesuatu yang bersifat faktual. Sementara pada model kedua adalah toleransi aktif, yakni melibatkan diri dengan yang lain di tengah-tengah adanya perbedaan dan keragaman. Toleransi aktif ini biasanya telah diajarkan pada semua agama, sebab semua agama memang bertanggung jawab untuk mewujudkan keadilan dan kedamaian para umatnya. Penerapan sikap toleransi ini akan selalu berkaitan dengan konteks agama dan sosial budaya yang mana dalam sikap dan perbuatannya sangat melarang adanya diskriminasi terhadap golongan-golongan yang berbeda, terutama umat minoritas. Sering terdapat pertanyaan tentang mengapa sih kita ini harus bersikap toleransi terutama mereka yang memiliki agama dan kepercayaan yang berbeda? Jawabannya sederhana saja, yakni tidak adanya sikap toleransi justru akan membuat kerusuhan dan perdamaian sulit untuk diraih. Bayangkan saja, jika setiap pemeluk agama itu tidak saling bertoleransi, maka tentu saja dalam kehidupan nyata akan muncul diskriminasi yang dilakukan kepada kaum minoritas. Hasilnya dapat terjadi hal-hal buruk, antara lain adalah perang antar agama yang nantinya memicu antar negara dan benua di dunia ini. Padahal semua agama juga mengajarkan bahwa perang itu adalah sesuatu yang dosa, apalagi jika membunuh secara sadar. Toleransi Beragama Di negara kita yang memiliki beragam pemeluk agama, contoh sikap toleransi beragama tentu saja wajib untuk diajarkan dan dilakukan. Apalagi dalam Pancasila yang mana sebagai dasar negara kita ini, pada sila pertama yang berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa”, jelas mengindikasikan bahwa negara ini adalah negara Ketuhanan. Maksudnya adalah negara Indonesia benar-benar menghendaki setiap warga negaranya untuk menganut satu agama atau kepercayaan. Berhubung di Indonesia ini ada 6 agama yang diakui yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu, maka setiap warga Indonesia “diwajibkan” untuk menganut salah satu dari keenam agama tersebut. Tidak hanya itu saja, pada Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 29 Ayat 2 berbunyi “Negara menjamin tiap-tiap penduduk untuk memeluk agama masing-masing dan beribadat menurut agama dan kepercayaannya”. Dalam perundang-undangan tersebut jelas bahwa negara telah mengatur bahwa setiap warganya untuk memeluk agama dan menjamin perlindungan ketika melaksanakan prosesi peribadatan. Toleransi Keberagaman Suku Grameds pasti sudah tahu dong jika negara Indonesia ini memiliki ribuan suku bangsa, kira-kira berjumlah berdasarkan data tahun 2010 yang telah tersebar dari wilayah Sabang hingga Merauke. Keberagaman suku tersebut tidak lantas menjadikan negara ini hanya berpihak pada satu atau dua suku saja, melainkan semua suku yang ada. Bahkan sikap toleransi sejatinya telah diajarkan sejak dini untuk menghargai adanya perbedaan kebudayaan dan adat-istiadat yang ada di setiap suku. Setiap suku tidak seharusnya merasa bahwa sukunya adalah yang paling unggul, sebab semua suku memiliki derajat yang sama di mata negara. Toleransi Dalam Sosial Budaya Selain memiliki ribuan suku bangsa, Indonesia juga terkenal akan keragaman sosial budayanya yang tentu saja wajib melaksanakan sikap toleransi ini. Keragaman sosial budaya ini dapat terlihat dari adanya perbedaan latar belakang ekonomi, latar belakang pendidikan, hingga latar belakang tradisi yang diterapkan di masing-masing wilayah. Lalu bagaimana cara menerapkan sikap toleransi dalam hal sosial budaya ini? Tentu saja ada banyak cara, mulai dari mencintai produk lokal buatan Indonesia hingga berusaha mempelajari keragaman dari budaya lain. Apabila kamu enggan untuk mempelajari budaya lain, itu juga tidak apa-apa, asal tidak boleh mencemooh dan menggunakan budaya lain sebagai bahan gurauan. Sebab hal itu bukanlah cerminan dari sikap toleransi. Namun, ada baiknya apabila Grameds mau belajar akan bagaimana proses dan aturan dari budaya lain. Selain sebagai upaya toleransi, juga dapat menambah wawasan mengenai keragaman budaya yang ada di negara kita ini. Toleransi Dalam Bhinneka Tunggal Ika Sebagai semboyan bangsa Indonesia ini yang mana telah tertulis dalam lambang Garuda Indonesia, istilah Bhinneka Tunggal Ika tidak semata-mata sebagai semboyan saja tetapi juga mengindikasikan pada bukti nyata sikap toleransi yang wajib dilakukan oleh setiap warga negara Indonesia. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika ini telah diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 36A, yang mana makna dari semboyan tersebut adalah “Berbeda-beda tetapi tetap satu”. Maksudnya, negara Indonesia ini jelas memiliki keberagaman suku, bahasa, agama, ras, dan budaya. Sehingga keberadaan semboyan Bhinneka Tunggal Ika bertindak sebagai pemersatu keberagaman tersebut. Singkatnya, meskipun Indonesia memiliki masyarakat multikultural tetapi semuanya itu tetap dalam satu “bentuk” yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selain itu, semboyan ini juga menghubungkan sikap dan perilaku toleransi yang wajib diajarkan dan diterapkan sejak dini. Upaya Mewujudkan Toleransi Seluruh warga negara Indonesia sebenarnya berkewajiban untuk menciptakan kerukunan antar suku maupun antar agama, baik di tingkat daerah, provinsi, maupun pemerintah. Jadi, sikap dan perilaku toleransi ini bukan kewajiban pemerintah atau pemuka agama saja, tetapi semua warga negara. Mulai dari tanggung jawab yang berkaitan dengan ketentraman, keamanan, dan ketertiban masyarakat juga itu adalah tugas setiap warga negara. Dalam hal ini, untuk menciptakan kerukunan terutama pada umat beragama dapat dilakukan dengan cara-cara berikut ini. Saling tenggang rasa dan menghargai antar sesama, meskipun mereka memiliki latar belakang agama dan suku yang berbeda dengan diri kita. Melaksanakan ibadah sesuai agama yang telah dianut. Mematuhi peraturan yang berkaitan dengan keagamaan dan kebudayaan. Sikap tenggang rasa, toleransi, dan menghargai antar sesama ini sebenarnya masuk dalam konsep trilogi kerukunan. Sebelumnya selalu ditekankan bahwa penerapan sikap toleransi dalam dunia nyata salah satunya adalah tidak boleh memaksakan seseorang untuk memeluk agama tertentu. Hal tersebut karena berkaitan dengan Hak Asasi Manusia HAM yang mana telah diberikan kebebasan untuk memilih kepercayaan mana yang terbaik untuk dirinya sendiri. Tidak hanya itu saja, sikap toleransi dinilai mampu mewujudkan kerukunan baik antar umat beragama maupun suku lain. Nah, dalam hal itu perlu memperhatikan upaya-upaya yang mendorong terjadinya kerukunan tersebut, yakni dalam bentuk Memperkuat dasar-dasar kerukunan internal antar masyarakat sekaligus dengan pemerintah. Membangun harmoni sosial dan persatuan sosial yang mana merupakan bentuk implementasi dalam sikap toleransi di kehidupan sehari-hari. Menciptakan suasana kehidupan beragama yang kondusif, mulai dari penghayatan hingga pengamalan agama. Melakukan pendalaman nilai-nilai spiritual yang berimplementasi terhadap nilai-nilai ketuhanan. Hal tersebut supaya tidak terjadi penyimpangan nilai-nilai sosial dalam melaksanakan kehidupan bermasyarakat. Menempatkan cinta dan kasih dalam kehidupan, salah satunya dengan cara menghilangkan rasa saling curiga terhadap individu lain. Menyadari bahwa perbedaan yang ada di dalam kehidupan bermasyarakat adalah sebuah realita sekaligus dapat dijadikan layaknya mozaik yang dapat memperindah fenomena kehidupan bermasyarakat. Berdasarkan uraian sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa toleransi ini adalah suatu sikap menerima dan menghargai perbedaan-perbedaan yang ada serta tidak melakukan diskriminasi terutama kepada kaum minoritas. Perbedaan-perbedaan tersebut meliputi perbedaan agama, ras, suku, bangsa, budaya, bahasa, penampilan, hingga pola pikir supaya bertujuan untuk mencapai kehidupan bermasyarakat yang damai. Nah, itulah ulasan mengenai contoh sikap toleransi yang sekiranya dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat ini. Grameds selaku generasi penerus bangsa, wajib melaksanakan sikap toleransi ini dan bahkan mengajari adik, keponakan, maupun anak untuk bersikap toleransi sejak dini ya… Sebab, sikap toleransi ini adalah perwujudan nyata dari semboyan bangsa kita. Baca Juga! Mengapa Kita Harus Bersikap Toleransi? Asal-Usul dan Makna Semboyan Bangsa Indonesia Pengertian dan Faktor Penyebab Keberagaman di Indonesia Terminologi dan Latar Belakang Terjadinya Perang Salib Contoh Kewajiban yang Harus Dipahami Semua Orang Cara Menghormati dan Menghargai Guru Pengertian dan Jenis Integrasi Pengertian dan Contoh Nilai Dasar Pancasila Apa Itu Sosialisasi? Contoh Penerapan Sila Ke-3 Pancasila Pengertian Nilai Praksis Pancasila 23 Contoh Penerapan Sila Ke-1 Pancasila ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien
Toleransi merujuk pada sikap saling menghargai antar sesama. Sikap menghargai ini penting untuk lingkungan yang damai dan beragam. Toleransi termasuk sikap positif yang baik untuk menjaga kerukuranan, serta mencegah konflik dari masyarakat. Indonesia terdiri dari beragam suku, budaya, dan agama yang bisa memicu diskriminasi. Banyak kasus intoleransi akibat perbedaan suku dan keyakinan. Sikap toleransi perlu disiapkan sejak kecil, untuk menjaga perbedaan yang ada di masyarakat. Toleransi berkaitan dengan pendidikan kewarganegaraan, untuk menumbuhkan toleransi, tanggung jawab, disiplin, dan berpikir kritis. Nilai-nilai toleransi ini menjadi bekal, untuk menghargai perbedaan dan pendapat sesama warga negara. Pengertian Toleransi Toleransi adalah kemampuan individu untuk memperlakukan seseorang dengan baik. Sikap toleransi ini membiarkan orang lain punya pendapat berbeda dari kita. Pada hakikatnya, toleransi menjadi sebuah kesadaran untuk menerima dan menghargai perbedaan. Toleransi berasal dari kata bahasa Inggris “Tolerance” berarti membiarkan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, toleransi diartikan sebagai sikap toleran, mendiamkan, dan membiarkan. Sedangkan dalam bahasa Arab, toleransi adalah suatu pendirian atau sikap untuk menerima berbagai pandangan, serta pendirian yang beraneka ragam meski tidak sependapat. Jadi, toleransi adalah cara menghargai, membolehkan, membiarkan pendirian pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan yang bertentangan dengan pendirinya. Sikap toleransi menjaga kedamaian dan kerukunan di dalam masyarakat. Toleransi dalam Bhinneka Tunggal Ika Bhinneka Tunggal Ika adalah semboyan bangsa Indonesia, tertulis di lambang Garuda Pancasila. Kata tersebut berada di pita yang dicengkeram di kaki burung Garuda. Mengutip dari buku Pendidikan Toleransi Berbasis Kearifan Lokal, semboyan negara diatur dalam pasal 36A UUD 1945. Arti kata Bhinneka Tunggal Ika yakni “Berbeda-beda tetapi tetap satu”. Kata Bhinneka ini menjelaskan keberagaman suku, bahasa, agama, ras, dan budaya di Indonesia. Bhinneka Tunggal Ika menjelaskan meski berbeda, namun tetap satu yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia NKRI. Semboyan ini menghubungkan toleransi dari bangsa yang majemuk. Sikap dan perilaku toleran perlu diciptakan, caranya menghormati dan menghargai perbedaan yang ada. Perilaku toleransi terwujud dari keberagaman suku, agama, ras, dan budaya. Penjelasannya sebagai berikut Toleransi Toleransi Beragama Sila pertama Pancasila, berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Artinya Indonesia adalah negara Ketuhanan, menghendaki warganya untuk menganut satu agama atau kepercayaan. Di Indonesia, ada 6 agama yang diakui yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu. Tanpa adanya toleransi umat beragama akan terjadi diskriminasi, kekerasan, dan konflik antar masyarakat berbeda keyakinan. Pasal 29 Ayat 2 UUD 1945, mengatur setiap warga negara untuk memeluk agama dan menjamin perlindungan. Pasal 29 Ayat 2 berbunyi “Negara menjamin tiap-tiap penduduk untuk memeluk agama masing-masing dan beribadat menurut agama dan kepercayaannya. Pasal tersebut menjelaskan setiap orang berhak memeluk agama, serta negara melindungi warganya untuk beribadah. Toleransi Keberagaman Suku Indonesia tersebar dari Sabang sampai Merauke. Ada beragam suku dan budaya yang tersebar di beberapa daerah. Untuk menjaga perdamaian dan keharmonisan suku, sebagai warga negara harus menghormati dan menghargai. Toleransi dalam Sosial Budaya Indonesia mempunyai keragaman sosial budaya yang harus dijaga dan dipertahankan. Keragaman sosial budaya ini dapat menciptakan toleransi. Misalnya mempelajari keragaman budaya lain, mencintai produk buatan Indonesia, dan menghargai perbedaan budaya. Contoh Sikap Toleransi Contoh Toleransi Beragama Tidak memaksakan agama yang dianut ke seseorang yang berbeda keyakinan. Menghargai dan menghormati agama yang dianut orang lain. Tidak menganggu ibadah dan jalannya kegiatan keagamaan orang lain. Tidak merusak tempat ibadah dan mengganggu ketenangan agama lain. Tidak menghina dan merendahkan agama orang lain. Berteman dengan orang yang berbeda keyakinan. Tidak berlaku diskriminasi pada seseorang yang berbeda agama di sekolah, tempat kerja, dan lingkungan. Tidak mengucilkan warga yang berbeda keyakinan di lingkungan tempat tinggal. Menerima perbedaan orang lain. Contoh Sikap Toleran Antar Suku Tidak melakukan tindakan diskriminasi pada seseorang yang berbeda suku. Memperlakukan semua orang sama dan sejajar meski berbeda suku. Menghormati dan menghargai suku lain. Menghargai kebudayaan suku lain. Tidak merusak dan menjarah barang seseorang yang berbeda suku. Saling membantu dan menolong. Contoh Toleransi Sosial Budaya Mengenalkan kebudayaan Indonesia di dunia internasional. Bangga memakai produk budaya buatan anak bangsa. Mempelajari budaya di Indonesia dan mengambil sikap positif dari budaya tersebut. Tidak berbicara buruk terhadap kebudayaan orang lain. Unsur-Unsur Toleransi Memberi Kebebasan dan Kemerdekaan Kebebasan adalah kemampuan individu untuk bertindak sesuai keinginannya. Pada dasarnya setiap manusia punya hak untuk memperoleh kebebasan berpendapat dan bertindak. Hak kebebasan ini telah disepakati oleh Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia. Mengakui Hak Setiap Orang Dalam Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia yang diadopsi oleh Persatuan Bangsa-Bangsa PBB, setiap orang yang lahir punya hak sama. Hak asasi ini termasuk diakui, dihormati, dijunjung tinggi. Tanpa adanya hak asasi, akan terjadi penindasan pada individu. Menghormati Keyakinan Orang Lain Setiap orang memiliki hak untuk memeluk agama tanpa paksaan dari orang lain. Hak kebebasan dalam beragama ini termasuk beribadah dan taat pada agama yang dianut. Di Indonesia, toleransi beragama diatur dalam UUD 1945. Toleransi diperlukan untuk menghargai seseorang yang ada di lingkungan maupun organisasi, berhak meyakini agama yang berbeda. Selain itu, toleransi diperlukan untuk tidak membeda-bedakan teman yang berbeda keyakinan.
berikut adalah contoh perilaku yang mencerminkan toleransi kecuali